Psikologi Umum Pertemuan Ke-7 : Perkembangan Awal Fisiologi dan Tumbuhnya Psikologi Eksperimen
Psikologi Umum Pertemuan ke-7
Oleh Ibu Mafaza, S.Psi., M.Sc.
Selasa, 12 Oktober 2021
PERKEMBANGAN AWAL FISIOLOGI DAN TUMBUHNYA PSIKOLOGI EKSPERIMEN
Pada blog kali ini aku akan membahas mengenai Perkembangan Awal Fisiologi dan Tumbuhnya Psikologi Eksperimen. Nah, sebelumnya pasti pertanyaan ini muncul di benak kita kenapa psikologi mempelajari fisiologi juga ya? Fisiologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang sebuah proses yang berhubungan dengan sistim syaraf fungsi otak, sensory, mekanisme, presepsi, dan semua yang terjadi pada syaraf. Ilmu psikologi itu sendiri mempelajari perilaku manusia sangat erat kaitannya dengan fungsi otak dan fungsi kerja alat-alat tubuh manusia secara biologis. Oleh karena itu penting sekali kita mempelajari ilmu fisiologi ini.
Perkembangan Awal fisiologi
Pada perkembangan awal fisiologi dipengaruhi oleh perbedaan individu. Perbedaan individu dikemukakan oleh Friedrich Bessel (1784-1846) saat melakukan pengamatan.Ia menemukan perbedaan individu dalam waktu reaksi diantara pengamat.Bessel memb andingkan pengamatannya dengan pengamatan rekan-rekannya dan menemukan perbedaan sistematis diantara mereka. Namun, temuannya ini tidak memiliki banyak dampak pada perkembangan awal psikologi eksperimental. Perbedaan individu ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu : Faktor bawaan, faktor lingkungan, dan faktor kedua-duanya.
Tokoh-tokoh bidang Fisiologi :
1. Herman Von Helmholtz (1821-1894)
- Againts Vitalisme : Helmholtz penganut materialisme yang percaya bahwa kehidupan dapat dijelaskan dalam proses fisika dan kimia.
- Principle of Conservation of Energy : Menurut Helmholtz energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tetapi dapat diubah ke bentuk lain.
- Rate of Nerve Conduction : Helmholtz menemukan bahwa respon otot lebih cepat ketika saraf motorik dirangsang lebih dekat ke otot daripada ketika dirangsang lebih jauh dari otot.
- Theory of Perception : Helmholtz mengemukakan bahwa pengalaman masa lalu yang mengubah sensasi menjadi persepsi.
- Theory of Color Vision : disebut juga teori trikromatik -> ada tiga reseptor terpisah dengan energi spesifiknya masing-masing yaitu merah, hijau, biru, dan ungu.
- Theory of Auditory Perception : Helmholtz menemukan bahwa telinga bukanlah reseptor indera tunggal tetapi sistem yang sangat kompleks dari banyak reseptor.
2. Ewald Hering (1834-1918)
- Space Perception : Hering percaya bahwa ketika dirangsang setiap titik pada retina secara otomatis memberikan tiga jenis informasi tentang stimulus yaitu ketinggian, posisi kiri-kanan, dan kedalaman.
- Theory of Color Vision : Hering berpendapat bahwa ada tiga jenis reseptor pada retina tetapi masing-masing dapat merespons dalam dua cara. Satu jenis reseptor merespons merah-hijau, satujenis menjadi kuning-biru, dan satu jenis menjadi hitam-putih.
Penelitian Awal Mengenai Fungsi Otak
Phrenology ➜.Keadaan mental, kepribadian, dan kemampuan intelejensi seseorang berkaitan dengan tonjolan tengkoraknya.
1. Franz Joseph Gall (1758-1828)
- Kemampuan mental tidak ada pada tingkat yang sama pada semua manusia.
- Fakultas ditempatkan di area tertentu di otak.
- Jika kemampuan berkembang dengan baik, seseorang akan memiliki tonjolan atau tonjolan pada bagian tengkorak yang sesuai. Demikian pula, jika fakultas kurang berkembang, lubang atau depresi akan berada di bagian tengkorak yang sesuai.Dengan demikian, Gall percaya bahwa besarnya kemampuan seseorang dapat ditentukan dengan memeriksa tonjolan dan lekukan pada tengkorak seseorang.
- Flourens menyimpulkan bahwa ada beberapa lokalisasi, tetapi bertentangan dengan apa yang diyakini para ahli frenologi, belahan kortikal tidak memiliki fungsi lokal. Sebaliknya, mereka berfungsi sebagai satu kesatuan.
- Penemu area Broca di bagian hemisfer kortikal kiri yang terlibat dalam artikulasi atau produksi kata-kata (berbicara).
- Weber adalah ahli fisiologi yang tertarik pada sense touch (indra peraba)dan kinesthesis (pengindraan otot)
- Ia mengemukakan teori Just Noticeable Difference (JND), yaitu seberapa besar perbedaan benar-benar terlihat atau terdeteksi atau dikenal juga ambang batas diferensial.
- Fechner percaya bahwa kesadaran tidak dapat dipisahkan dari hal-hal fisik, posisinya mewakili panpsikisme; yaitu, semua hal yang fisik juga sadar.
- Fechner berasumsi bahwa ketika besarnya stimulus meningkat dari nol, sebuah titik akan tercapai dimana stimulus dapat dideteksi secara sadar. Intensitas terendah di mana stimulus dapat dideteksi disebut ambang absolut
- Metode Psychophysical :
- Metode-metode ini adalah salah satu warisan Fechner untuk psikologi, dan masih banyak digunakan sampai sekarang.
Komentar
Posting Komentar