Psikologi Umum pertemuan Ke-6 : Rasionalisme

 Psikologi Umum Pertemuan ke-6

 Oleh Ibu Mafaza, S.Psi., M.Sc.

 Selasa, 05 Oktober 2021


RASIONALISME



Pada blog sebelumnya kita sudah membahas mengenai aliran empirisme, sensasionalisme dan  positivisme. Nah, kali ini aku akan membahas satu lagi aliran dalam psikologi yaitu RASIONALISME. 

Rasionalisme  adalah suatu paham yang mengandalkan akal dalam  mendapatkan ilmu pengetahuan. Rasionalis percaya bahwa kebenaran tidak dapat ditemukan melalui sensory experince saja, melainkan informasi dari sensory experience tersebut harus dicerna terlebih dahulu oleh sistem rasional(akal) sebelum kebenaran dapat ditentukan.

Rasionalisme mempunyai beberapa perbedaan dengan aliran-aliran sebelumnya, yaitu :

 Pra-rasionalisme

 Rasionalisme

Passive mind –> merespon sensasi dan  ide secara otomatis dan mekanis

Active mind –> mengolah informasi sensori dan menerjemahkan makna dari informasi tersebut

Pengalaman, ingatan, asosiasi, dan hedonisme menentukan bagaimana seseorang berpikir dan bertindak serta moralitasnya

Terdapat alasan rasional mengapa tindakan tersebut diinginkan daripada yang lain

Induction : perolehan pengetahuan melalui sensory experience dan generalisasinya

Deduction : Informasi sensory experience akan menggiring pada suatu kesimpulan

Menentang adanya ide bawaan lahir (innate idea), tetapi percaya adanya emosi, dan kemampuan mental bawaan

Tidak menyatakan penentangan terhadap ide bawaan lahir

 
 Tokoh-tokoh aliran rasionalisme beserta pemikiran-pemikirannya  :

1. Baruch Spinoza (1632-1677)
  • Nature of Good : Tuhan tidak hanya menggerakkan bumi namun juga hadir dimanapun di alam semesta (Pantheisme). Spinoza menganut paham animisme primitif (Tuhan setara dengan hal-hal di alam semesta)
  •  Mind Body Relationship : Menurut Spinoza pikiran dan tubuh adalah dua aspek dari hal yang sama. Apa pun yang terjadi pada tubuh dialami sebagai emosi dan pikiran, dan emosi serta pikiran mempengaruhi tubuh. Dalam hal ini, Spinoza menggabungkan fisiologi dan psikologi menjadi satu sistem terpadu yang disebut Psychophysical double aspectism.
  • Denial of Free Will : Tuhan adalah alam, dan alam berfungsi dalam hukum tertentu manusia juga bagian dari alam karenanya perilaku dan pemikiran manusia didasarkan pada hukum tertentu. Jadi, kehendak bebas manusia hanyalah hal yang semu.Tuhanlah sumber dari segala hal yang terjadi. Manusia hanya menjalankan apa yang sudah digariskan Tuhan.
  • Motivation and Emotion : Menurut Spinoza emosi tidak lain adalah emosi senang dan sakit. DAri kedua emosi dasar akan muncul 48 emosi turunan lainnya. Kesenangan tertinggi datang dari memahami tuhan, karena melakukannya berarti memahami hukum alam.           
2. Gottfried Willhelm Von Leibniz (1646-1716)

  • Disagrement With Locke : Leibniz menolak pendapat Locke mengenai tabula rasa bahwa semua ide berasal dari pengalaman, Ia mengatakan sebaliknya bahwa tidak ada ide yang berasal dari pengalaman. Ia percaya tidak ada materi (reseptor indera) yang dapat menyebabkan ide nonmaterial.
  • Monadology : Leibniz percaya bahwa pembagian hal-hal menjadi  hidup atau tidak hidup  itu tidak masuk akal. Sebaliknya,  dia  menyimpulkan  bahwa semuanya hidup. Alam  semesta  terdiri  dari jumlah unit kehidupan tak terbatas yang disebut monads
  • Mind and Body Relationship : Menurut Leibniz tidak mungkin sesuatu yang fisik menyebabkan sesuatu yang mental. 
  • Counscius and Unconscious : Menurut Leibniz tidak ada hal yang muncul secara tiba-tiba, melainkan alam membuat perubahan dimulai dari yang kecil ke besar atau sebaliknya. Selalu melalui tingkatan dalam prosesnya dan tidak ada loncatan pada tahapan yang seharusnya.

3. Thomas Reid (1710-1796) 

  • Common Sense : Menurut Reid, manusia secara alami diberikan akal sehat yaitu kemampuan untuk menghadapi dan memahami dunia. Reid membantah pikiran Hume yang mengatakan bahwa kita tidak akan pernah bisa mengetahui dunia fisik.
  • Direct Realism : Menurut Reid kesadaran tidak datang hanya dari satu persepsi, tetapi dilakukan dengan spontan karena persepsi bawaan lahir.
  • Faculty Psychology : Menurut Reid, fakultas mental adalah kekuatan aktif dari pikiran yang benar-benar ada dan mempengaruhi pikiran dan perilaku individu. 

4. Immanuel Kant (1724-1804)

  • Categories of Thought : Menurut Kant apa yang kita alami secara subyektif telah dimodifikasi oleh konsep murni dari pikiran dan kemudian hal tersebut akan menjadi lebih bermakna dari sebelumnya.
  • Causes of Mental Experience : Kant percaya bahwa sensasi selalu dibentuk oleh kategori-kategori pikiran, lalu pengalaman merupakan hasil dari interaksi antara sensasi-sensasi dan kategori-kategori pikiran.
  • Perception of time : Kant berpendapat bahwa pengalaman waktu hanya dapat dipahami sebagai ciptaan pikiran. Tidak ada alasan untuk menyimpulkan bahwa satu sensasi terjadi sebelum atau sesudah yang lain
  • Perception of Space. Menurut Kant, saat kita melihat dunia fisik ada sensasi variasi dalam ukuran, jarak, intensitas dan tampaknya didistribusikan di ruang, bukan di retina atau otak kita.

5.  Georg Wilhelm Friedrich Hegel  (1770-1831)

  • The absolute : Menurut Hegel alam semesta sebagai satu kesatuan yang saling terkait, yang disebutnya Mutlak.
  • Dialectic ProcessDialektika merupakan upaya untuk sampai pada kebenaran dengan argumentasi bolak-balik di antara pandangan yang bertentangan. Proses dialektika melibatkan tesis (Satu sudut pandang), antitesis (berlawanan sudut pandang), dan sintesis (resolusi antara tesis dan antitesis).
6.  John Friedrich Herbart (1776-1841)
  • The Apperseptive Mass : Menurut Herbart belajar adalah proses terasosiasinya gagasan-gagasan baru dan gagasan-gagasan lama yang sudah membentuk pikiran.
  • Psychic Mechanics : Menurut Herbart ide memiliki kekuatan untuk menarik atau menolak ide lain tergantung pada kompatibilitasnya.
  • Psychology as Science : Herbart percaya psikologi tidak pernah bisa menjadi ilmu eksperimental. tetapi dia percaya bahwa aktivitas pikiran dapat diekspresikan secara matematis.

Sekian blog aku mengenai aliran rasionalisme, semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman semua😊




Vhadilla Yudha Deshinta (2110321013)
Psikologi Kelas A
Fakultas Kedokteran
Universitas Andalas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psikologi Umum Pertemuan ke-3 : Pengantar Proses dan Fungsi Mental

Psikologi Umum Pertemuan Ke-15 : Psikologi Gestalt dan Kognitif