Psikologi Umum Pertemuan Ke-5 : Empirisme, Sensasionalisme, dan Positivisme
Psikologi Umum Pertemuan ke-5
Oleh Ibu Mafaza, S.Psi., M.Sc.
Selasa, 28 September 2021
EMPIRISME, SENSASIONALISME DAN POSITIVISME
Pada blog sebelumnya aku sudah membahas mengenai sejarah perkembangan ilmu psikologi. Dari sejarah tersebut dapat kita simpulkan bahwa psikologi baru menjadi sebuah disiplin ilmu yang mandiri pada abad ke-19. Pada abad-abad sebelumnya, psikologi masih tergabung ke dalam ilmu filsafat. Nah,,Pada saat itu banyak muncul aliran-aliran filsafat yang terkait dengan ilmu psikologi. Kali ini aku akan membahas tiga diantara aliran-aliran tersebut.
1. EMPIRISME
Empirisme adalah suatu paham yang mementingkan sensory experience dalam memperoleh pengetahuan. Sensory experience yang dimaksud disini yaitu pengalaman-pengalaman hasil inderawi yang kemudian diproses oleh intelektual yang akan menghasilkan valid proposition.
Dapat kita lihat disini bahwa empirisme menentang pemikiran Descartes mengenai Innate Idea yang menyatakan bahwa pengetahuan sudah dibawa oleh manusia sejak lahir. Tokoh yang mempelopori lahirnya aliran ini yaitu Thomas Hobbes. Setekahnya muncul tokoh-tokoh selanjutnya diantaranya :
- John Locke (1632-1704) : Salah satu teorinya yang terkenal yaitu Tabula Rasa, yaitu akal manusia manusia lahir ibarat kertas putih kosong yang awalnya tidak berisi ide bawaan tetapi pengalaman-pengalamanlah yang akan membentuk manusia.
- George Berkeley (1685-1753) : Menyatakan bahwa segala sesuatu itu ada karena diamati. Berkeley beranggapan bahwa suatu pengetahuan bisa dianggap nyata jika bisa dipersepsikan.
- Alexander Bain (1818-1903): Menyatakan mengenai Voluntary Behavior, Compound Assosiation dan Constructive.
- David Hume (1711-1776)
- John Stuart Mill (1806-1873)
- Pierre Cassendi(1952-1655)
- Julien de La Mettrie(1709-1751)
- Claude-Adrien Helvetius (1715-1771)
- Abbe de Condilac
- Auguste Comte (1798-1857)
- Ernesh March
- John Stuart Mill
- Emile Durkheim


Komentar
Posting Komentar